Cari Blog Ini

Kamis, 08 Oktober 2009

Haji dan Ketaatan Total

Sejak dulu, saya sering merasa takjub saat melihat kaum muslimin menyemut dari satu ritual ke ritual lainnya saat bulan haji tiba; di Ka’bah, Mina, Muzdalifah dan Arafah. Bak magnet yang memiliki medan yang kuat, semua tempat itu mampu menyedot kepatuhan dan ketaatan kaum muslimin tanpa reserve. Luar biasa!

Untuk ritual haji, siapapun pasti akan ikhlas-ridho mengikuti tata cara dan aturan main yang telah Allah tetapkan, bahkan tak sedikit pengorbanan yang harus dicurahkan. Pengorbanan harta, waktu, tenaga dan pikiran, semuanya rela dikeluarkan demi mencapai kemabruran haji.

Haji pada pokoknya adalah perjalanan mengubah diri menuju kepada Allah, Sang Pencipta. Seyogyanya, orang yang telah melaksanakan ibadah haji ketaatannya akan bertambah kuat dan pengorbanannya untuk Allah dan Rasul akan semakin hebat. Karena itulah hakikat dari ibadah haji. Haji bukanlah prestise, bukan gelar dan bukan kebanggaan. Banggalah manakala keimanan kita kian hari kian tebal. Banggalah saat kita mampu menahan diri saat hawa nafsu menguasai jiwa. Banggalah saat kita selalu dapat mensyukuri kenikmatan yang telah Allah beri. Banggalah saat kita mampu menginfakkan harta dikala sempit. Banggalah manakala kita mampu menjaga aib keluarga dan saudara seiman kita. Banggalah manakala Allah bangga kepada kita karena prestasi amal kita padaNya dan pada makhluk-makhlukNya.

Haji bukanlah apa-apa jika kita tidak bisa menghayatinya. Haji akan sia-sia jika tujuannya adalah manusia bukan DIA. Haji hanya akan menyisakan titel saja, jika tujuannya sebatas untuk titel H dan Hj di depan nama kita.

Berazamlah, untuk melaksanakan ibadah haji hanya semata-mata mencari keridhoanNya. Berjanjilah, sepulang melaksanakan ibadah haji, akan menjadi hamba yang memiliki ketaatan total kepada Allah SWT dan RasulNya. Insya Allah. [yulikade]

Tidak ada komentar: